Harga Pertalite – Menggantikan peran bensin yang stoknya semakin menipis, Pertalite saat ini menjadi bahan bakar yang sudah merupakan kebutuhan pokok masyarakat, terutama untuk memenuhi kebutuhan transportasi. Seiring pertumbuhan kendaraan bermotor yang dari tahun ke tahun terus meningkat, secara otomatis kebutuhan bahan bakar minyak pun turut melejit.

Harga Pertalite Terbaru

Harga Pertalite pada awalnya Rp 7.500 di seluruh SPBU di Indonesia, kecuali untuk wilayah tertentu seperti Provinsi Riau dimana peralite dijual Rp 8.000. Namun ternyata, tak banyak masyarakat yang menyadari bahwa ada kenaikan harga Pertalite per 20 Januari 2018 sebesar Rp 100. Kenaikan harga tersebut memang dilakukan secara diam-diam tanpa ada pengumuman resmi dari pemerintah melalui media sosial.

Alasan Kenaikan Harga Pertalite

Dilansir dari DetikFinance, Adiatma Sardjito seorang VP Corporate Communication Pertamina membenarkan adanya kenaikan harga Pertalite tersebut. Saat ini memang semua Pertalite di seluruh SPBU terutama di Jakarta sudah naik menjadi Rp 7.600 per liter dari sebelumnya Rp 7.500 per liter. Dirinya mengatakan bahwa kebijakan ini secara murni tidak mendapatkan campur tangan pemerintah, melainkan diatur secara langsung oleh pihak Pertamina selaku pengembang bahan bakar minyak di Indonesia.

Juru bicara dari Pertamina mengatakan bahwa kenaikan harga Pertalite bukanlah tanpa sebab. Kenaikan ini mengikuti adanya kenaikan harga minyak dunia. Jika harga minyak dunia naik, secara otomatis Pertamina juga harus menaikkan harga jual minyak di Indonesia demi menutup kerugian, begitu juga jika harga minyak dunia turun, maka harga BBM juga akan diturunkan. Adiatma menuturkan bahwa ada evaluasi harga BBM per tiga bulan sekali.

Kenaikan harga bahan baku minyak dunia memang menjadi faktor utama kenaikan harga jual BBM di SPBU. Namun ada beberapa indikator yang turut menentukan harga BBM diantaranya situasi ekonomi di Indonesia, kemampuan subsidi negara, kondisi sosial masyarakat dan daya beli konsumen.

Bagaimana dengan nasib Solar dan Premium?

Meskipun hingga saat ini harga Solar dan Premium belum mengalami kenaikan, namun idak menutup kemungkinan kedua jenis bahan bakar ini juga mengalami nasib yang sama per April 2018 nanti. Ego Syahrial selaku Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi di Kementrian ESDM mengatakan bahwa kebijakan harga BBM masih perlu dikaji ulang dan dibahas dengan beberapa pihak terkait. Menurunya, masukan dari stakeholder diperlukan untuk relaksasi besar yang memungkinkan perubahan pertimbangan.

Hingga saat ini, harga Premium masih dipatok sebesar Rp 6.450 per liter, sedangkan harga Solar Rp 5.150 per liter. Menurut Elia Massa sebagai Direktur Utama Pertamina mengungkapkan bahwa harga jual tersebut masih dibawah harga keekonomian dengan mengacu harga minya per Desember 2017.

Respon Masyarakat Terhadap Kenaikan Harga Pertalite

Kenaikan harga Pertalite memang tidak terlalu besar dan signifikan. Namun beberapa konsumen mengatakan keberatan atas kebijakan yang “diam-diam” ini. Seperti respon dari beberapa tukang ojek di Jakarta yang mengaku rugi atas kebijakan ini, yang biasanya Rp 20 ribu cukup untuk isi full tank bensin, namun sekarang lebih sedikit. Kerugian juga turut dirasakan oleh para penjual Pertalite ecer pinggir jalan. Karena kenaikan harga yang sedikit, mereka tidak bisa menaikkan harga jual ecerannya karena khawatir dinilai kemahalan.

Memang kenaikan harga Pertalite ini cukup mengejutkan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Namun seharusnya ada pemberitahuan secara resmi dari Pemerintah terkait kebijakan seperti ini.

Gambar Pertalite

 

Harga Pertalite Hari Ini Oktober – November 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *